Nekat Mudik Dari Jakarta, Uju Diminta Putar Balik Karena Surat Bebas Covid

Menyikapi hal tersebut, polisi akhirnya memperketat akses di sejumlah titik arus balik, Bunda. Dilihat dari video tersebut, tampak seorang petugas memberitahukan kepada keluarga pemudik itu untuk putar balik arah karena pemerintah melarang warga untuk mudik. Hasil dari penyekatan pra mudik yang dilakukan sejak selasa pagi ini sedikitnya ada enam kendaraan roda dua dan tiga kendaraan roda empat pemudik yang diputar balik. Penindakan itu dilakukan mengacu kebijakan pemerintah terkait larangan mudik guna mencegah penularan Covid-19 di Indonesia. Dalam penyekatan yang dilakukan di posko depan terminal Kartosuro diketahui terdapat seorang pemudik dinyatakan reaktif berdasar hasil fast check dalam pemeriksaan yang dilakukan secara acak. “Bagi warga apabila tidak ada keperluan penting sekali agar tetap berada di rumah.

Kendaraan luar Provinsi Lampung yang mau masuk kota diperiksa kelengkapan protokol kesehatan dan surat-surat swab/PCR dan rapid antigen. Diakuinya, pengalaman tahun sebelumnya yang juga dilarang mudik, quantity pengendara yang melewati jembatan Suramadu cukup banyak. Apalagi, banyak warga Madura yang pulang pergi untuk bekerja di Surabaya. Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto melalui Kasat Lantas Polres Kuansing AKP Rocky Junasmi mengatakan, jumlah kendaraan yang ingin mudik pulang kampung lebaran tahun ini jauh berkurang. Kendaraan yang ingin melintas masuk wilayah Kuansing dan ingin keluar wilayah Kuansing disuruh putar balik. Kabag Ops Polrestabes Palembang, AKBP Eddy Apriyanto mengatakan pada hari pertama penyekatan, puluhan kendaraan roda empat dipaksa putar balik, lantaran tak memiliki surat tugas dan hasil Rapid tes.

Pemudik disuruh untuk putar balik

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bakal mengerahkan personilnya dan melibatkan Tim Satgas COVID_19 dari Madura di wilayah perbatasan tersebut. Sebab, jangan sampai pendatang baru ke suatu daerah membawa atau sudah terpapar Covid-19. “Ini bisa membahayakan kesehatan orang yang sudah patuh atau tidak mudik,” ujarnya. Adapun titik penyekatan tersebut tersebar mulai dari Sumatera hingga Pulau Bali.

“Pemeriksaan mobil pribadi rata-rata yang diperiksa datang dari arah Yogyakarta maupun Semarang dengan tujuan Sukoharjo juga dalam rangka operasi lilin Candi 2020,” ujarnya. Penyekatan yang dibuat oleh Polri ini guna mencegah pemudik yang akan mudik ke kampung halaman, sehingga diharapkan pemudik akan berpikir lebih jauh jika berniat melakukan perjalanan mudik. Skenario yang kami susun nanti antara lain di tempat-tempat pemberangkatan nanti akan kami buatkan posko kesehatan yang join dengan rumah sakit rujukan COVID-19 yang terdekat, kami siapkan,” Katanya. Ini bagian daripada kesadaran masyarakat kita yang begitu tinggi tentang kesehatan, ini sudah bagus. Sekarang ini kan bukan juga aktivitas dilarang, tapi jaga jarak, pakai masker, ini jadi penting untuk kita lakukan,” ungkap Istiono. Ia mengatakan pula, bahwa langkah tersebut diambil untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Warga dilarang mudik lebaran tahun ini demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang terus meningkat. Menurutnya di wilayah hukum Polda Jabar, terdapat 158 titik pos penyekatan yang tersebar di jalan tol sebanyak 22 pos dan 136 titik di jalur arteri. Saat itu, kata si netizen, satu keluarga pemudik tersebut diberhentikan petugas dan diminta untuk putar balik arah lantaran adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah. Lebih lanjut dikatakan Bupati, kalaupun sudah ada warga yang sudah terlanjur mudik, pihaknya sudah menyiapkan ruangan isolasi. Dikatakannya, para pemudik dari luar daerah akan dipantau dan diisolasi selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). “Kami terus melakukan pemantauan cek poin untuk memastikan PSBB tahap II berjalan.